Tuesday, December 30, 2008

Second Chance

Wewewew.... dah lama ga update! >.<
Jadi pusing mo mulai cerita dari mana... Terlalu banyak... Huhu...
Sebagai ganti cerita... gimana kalo pasang foto aja :p









Foto paling atas itu foto Sanctuary Choir IEC Singapore waktu melayani di Changi Chapel hari Minggu 21 Des.

Foto kedua itu promotional flyer buat musical drama nya GLCC yang berjudul "Ashes for Beauty". Gua nonton musical itu tanggal 24 Desember.

Foto ketiga sih... sebenernya ga penting buat diceritain... itu cuma kenarsisan gua aja :p That's me on Christmas Eve di depan NUS Cultural Centre tempat musical dramanya dipentasin.

Kenapa 3 foto ini? Karena ada kaitannya antara 1 foto dengan foto yang lain. Ada 1 kata konci yang menghubungkan ketiganya... yaitu: Ex-prisoner.

Di foto pertama, kita lagi melayani di dalam persekutuan untuk para ex-prisoner. Di foto kedua, musical dramanya tentang ex-prisoner yang baru aja bebas dan berjanji mau pake hidupnya buat nolong orang lain. Di foto ketiga... hati2! Itu foto menipu! Meskipun mukanya manis tapi dia ternyata ex-prisoner! :p *Imprisoned by sins*

Lewat 2 event di atas gua merenung lagi tentang "second chance". Ex-prisoner bisa dibilang merupakan orang2 yang dikasih kesempatan kedua buat memperbaiki hidup mereka semenjak mereka bertobat di penjara. Ga kebayang gimana bersyukurnya mereka waktu bebas dari penjara. Udah lepas dari dosa (kurungan spiritual)... lepas pula dari teralis besi (kurungan fisik)...Trully God's grace...

Dan teringat lagi dengan kisah "second chance" gua yang ga terlalu "bombastik" kalo dibandingin dengan kisah2 mereka (yang dulunya pemakai narkoba, perampok, pencuri, melukai orang, dll). Yup. Gua diberi kesempatan untuk ngejalanin kembali hidup dengan suatu perspektif yang berbeda 180 derajat. Kalo dulu tuh hidup cuma asal hidup, asal ngelakuin kewajiban, asal beres, asal gua enak... pokoknya asal2an lah... boring banget! *phlegmatis abis* Nah... sekarang udah ga asal2an lagi... ada tujuan. Tujuan yang terus memotivasi gua untuk do better sampe best, untuk ga hidup buat diri sendiri doank, untuk terus ngelakuin perubahan ke arah positif, dan untuk terus "menggali".

Saturday, December 20, 2008

A Gift


Yi Jian Li Wu 一件礼物 - 基督教泉南堂

有一件礼物 你收到没有

you yi jian li wu ni shou dao mei you

眼睛看不到 你心会知道

yan jing kan bu dao ni xin hui zhi dao

这一份礼物 门外等

zhe yi fen li wu xin men wai deng hou

为了你准备 别人不能

shi wei le ni zhun bei bie ren bu neng shou

生命有限 时光也会

sheng ming you xian shi guang ye hui zou

如果你不珍惜 机会

ru guo ni bu zhen xi ji hui nan liu

礼物虽然好 如果你不要

li wu sui ran hao ru guo ni bu yao

你怎么能够得到 怎么能得到

ni zen me neng gou de dao zen me neng de dao

亲爱的朋友 你是否明白

qin ai de peng you ni shi fou ming bai

马槽的婴孩 为你而

ma cao de ying hai shi wei ni er lai

亲爱的朋友 你是否了解

qin ai de peng you ni shi fou liao jie

最好的礼物 是人子主耶

zui hao de li wu shi ren zi zhu ye su

(Chinese lyrics: Author unknown)

English translation:

There is a gift
Have you received it?
It can’t be seen by eyes
Yet, your heart may know it
This gift awaits
Outside the door of your heart
It is prepared just for you
No one else can receive it

Life is limited, time will go by
If you do not care
The opportunity may slip away
Although the gift is great
If you do not want
How can you get it? How can you get it?

Dear friend, do you understand?
The infant in the manger
He came for you!
Dear friend, do you understand?
The best gift in the world
It is Jesus Christ, Son of Man

Bahasa Indonesia translation:
Ada sebuah hadiah
Apakah kau sudah menerimanya?
Hadiah itu tak terlihat oleh mata
Tapi, hatimu mungkin mengetahuinya
Hadiah itu menunggu
Di luar pintu hatimu
Dipersiapkan hanya untukmu
Tidak ada orang lain yang dapat menerimanya

Hidup itu terbatas, waktu akan berlalu

Bila kau tak peduli
Kesempatan itu akan pergi
Meski hadiah itu sangat indah
Jika kau tidak menginginkannya,
bagaimanakah kau dapat menerimanya? Bagaimanakah kau dapat menerimanya?

Hai teman, mengertikah kau?
Bayi di dalam palungan
Dia datang untukmu!
Hai teman, mengertikah kau?
Hadiah terindah di dunia
Adalah Yesus Kristus, Anak Manusia


That was a new song I learned today as a part of Christmas carolling in one of the hospital in Sg. Sukacita banget kalo hari ini gua bisa ikut carolling... hal ini dipicu satu kejadian di RS...

Waktu kita nyanyi lagu di atas (dalam bahasa Mandarin) pada salah seorang pasien, seorang suster (sepertinya warga negara Cina) yang lagi bersih2 tempat tidur di sebelah kita tiba2 berlutut dan menangis tersedu2. God touched her heart!!! (asli, gua ga bisa nahan untuk ga nangis! Sukacita banget!)
Kemudian beberapa anggota tim ngedeketin dia, ngajak ngobrol, dan mendoakan dia...
Dari pembicaraan dengan anggota tim yang mendoakan dia, gua tau kalo suster itu ternyata tadi terima Yesus!
Wow, I feel blessed! Gua mengalami apa itu artinya:
1. The JOY of being a channel to HIS blessings, being a partner of HIM, and an instrument of HIS work.. Cannot really describe it, better feel it yourself! :)
When we serve HIM, yes, we will be a blessing for others, but, when we re-think about it, the greatest blessing of service is for the ones who serve :) Sukacitanya berlipat ganda.
2. The unthinkable way of GOD. Karya Tuhan itu ga bisa diduga oleh manusia.
Carolling itu diadakan dengan tujuan "Share the blessings with PATIENT". Tapi kenyataannya... Tuhan kasih "bonus" seorang suster :)
Sampe sekarang masih amazed dengan hal2 yang tampak seperti kebetulan... Suster yang lagi bersih2 di ward itu... Juga pemilihan lagu... Honestly, pas waktu nyanyiin, gua sendiri ga ngerti apa arti lagu itu. Pulangnya gua langsung tanya temen yang bisa bahasa Mandarin. Dan waktu itulah gua ngerti betapa dalem makna dari lirik lagunya. It's amazing how GOD work... :D

GOD, I am definitely ready for next! :) *Antusias mode: ON*

Upside Down

Ada beberapa pemikiran sih yang mo di-sharing-in berkenaan dengan status gua sebagai pengangguran di Sg... tapi yang satu ini yang paling "aneh". Hehehe...

Semenjak berstatus pengangguran di Sg, sepertinya gua menjalani kehidupan yang ga biasa... Seperti "kebalik"...
Pagi siang nyantai, sore sampe subuh baru heboh...
*Jam biologis gua udah semakin ngaco aja nih...*
Terus... Weekdays relatif lebih nyantai, dan weekend packed banget.
Aneh... Huhuhu...

Jumat malem nih... dan dua hari ke depan bakal bener2 full!
Bobo ah... :p

Monday, December 15, 2008

Passed!

Got my Japanese exam result today! I passed! \^o^/
Still long way to go...
My score? ひみつ!

Japan Media Arts Festival in Singapore 08

video
Blue! :)_
video
Meremehkan...
video
Kewalahan..

Eternity

Last weekend gua banyak diingetin lagi soal perspektif kekekalan (eternity). Entah kenapa hal itu terus muncul di pikiran. Lewat hal2 yang gua baca maupun lewat kata2 orang lain.

Dimulai dari hari Jumat waktu gua beli berita harian TST dan baca berita headline tentang meninggalnya Pa Ali Alatas, mantan Menteri Luar Negeri Indo. Gua kaget banget, soalnya gua sebelumnya ga denger kabar kalo beliau itu sedang dirawat di Sg.

Buat orang Indonesia yang belajar Hubungan Internasional, dia itu "sesepuh", a very respected figure, diplomat terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Menurut gua sih sampe sekarang belon ada tandingannya.

Anyway, gua baca2 koran.... Banyak banget testimonials tentang beliau. Semuanya bagus2. TST sendiri memuat tentang beliau sebanyak 3 halaman. Banyak kan? Belum lagi media2 massa di seluruh dunia. Bener2 salut ada orang Indonesia yang seperti beliau, orang yang punya dampak besar.

Setelah selesai terkagum2, mulailah merenung2... about death... and about life...
Dalam perspektif dunia, yup, beliau orang "besar" dan dihormati. Meninggalkan legacy yang luar biasa. Menabur pujian di mana2. Menginspirasi orang2.
Sempet kepikiran, "Tapi... hmm... sayang cuman sementara..."
Itu perenungan yang sesaat banget. Gua ga merenung lebih jauh soalnya masih harus ngerjain hal2 yang laen.

Hari Sabtu mulai kepikiran lagi, soalnya Pa Albert di dalam Youth Fellowship (YF) mengangkat berita tentang Pa Ali. Ternyata beliau juga cukup mengagumi Pa Ali. Menurut Pa Albert, Pa Ali itu "berpolitik secara anggun" :)
Pa Albert meng-encourage kita buat merenungi lagi hidup kita ini. Beliau memberikan perbandingan antara tokoh "dunia" dan tokoh misi.

Beberapa pemikiran pribadi yang timbul dari sharing beliau:
-Dunia ini cuma sementara. Mungkin cuma beberapa ribu taun, terbatas oleh waktu. Tapi seudah mati ada apa? Ada kekekalan, kondisi yang ga dibatesin waktu. Kita bakal ada di sana selamanya.
-Tokoh "dunia" itu berpikir dalam perspektif yang sementara. Ya, mereka bisa contribute besar banget terhadap perdamaian dunia, terhadap pendidikan, terhadap kesehatan dll. Tapi mereka kontribusi mereka ga bertahan lama. Bakal abis dimakan waktu. Waktu dunia berakhir, berakhir pula kontribusi & peninggalan mereka. Orang2 yang mereka tolong toh tetep bakal mati & binasa.
-Tokoh misi. Mungkin kontribusi mereka cuma buat 1 suku terpencil yang cuma puluhan ato ratusan orang. Tapi peninggalan yg mereka tinggalin itu sifatnya kekal, ga abis dimakan waktu. Mereka dipake jadi sarana buat memperkenalkan orang terhadap hidup yang kekal.

Pertanyaan Pa Albert adalah, "Bagaimana dengan kalian? Kalian pengen hidup yang seperti apa?"

Ita yang over confident pengennya jawab, "Pengen yang contribute buat banyak orang dan ninggalin legacy yang kekal!" ;p

Yah... Dengerin sharing nya Pa Albert tentang tokoh2 misi membuat gua lebih didorong buat SELALU berpikir dalam perpektif kekekalan. Menjadi berkat buat orang lain, bukan cuma secara fisik (ngasih barang, sumbangan) dan secara psikis (menjadi pendengar, ngasih encouragement) tapi juga secara spiritual (ngingetin mereka apa yang bakal terjadi seudah mati. Apa bakal binasa ato bakal hidup kekal?). Hmmm... ga mudah sih... karena otak gua agak terkontaminasi dunia :p Dan lewat diskusi sama temen2, kita berkesimpulan ga mudah juga ngelakuinnya ke orang2 yang terdekat sama kita (keluarga, temen, colleague dll). Tapi bukan berarti ga mungkin...
OK, Ta. Berjuang! Semangat! *meng-encourage diri sendiri :p*

Lanjut...

Pas pulang dari YF gua lanjutin baca buku "Life Sentences" karangan Warren W. Wiersbe. Apa yang gua baca?

All true believers of Jesus Christ have their citizenship in heaven (Luke 10:20; Phil 3:19-20) and don't belong to the world system that so fascinates Cain's descendants (John 17:14-17). But "the son of this world are more shrewd in their generation that the sons of light," said Jesus (Luke 16:8 NKJV)-and they are. They know how to make money and achieve what the world calls "success," but they enjoy it only "in their generation". They can't see beyond this world and never seem to take eternity into consideration. Consequently, what they live for won't bring satisfaction and won't last. Scripture bears this out:
The world and its desires pass away, but the man who does the will of God lives forever. - 1 John 2:17

Wew. Nyambung banget sama apa yang udah dibahas di YF.

Next...

KKR Natal di SP juga ngingetin lagi soal kekekalan. Yesus itu adalah Allah yang kekal yang rela masuk ke dalam sejarah dunia yang ga kekal. Dan again, Pa Stephen juga ngingetin lagi soal berpikir dengan perspektif kekekalan. Untuk pembahasan yang lebih komprehensif (dan padat) soal perspektif kekekalan, gua mo suggest temen2 baca buku karangan Pa Stephen Tong yang judulnya "Waktu & Hikmat". Bukunya ga tebel koq :p (cuma 61 halaman). Gua punya bukunya. Yang berminat bisa leave comment di blog ini, ato sms, chatting, email.

Yah... begitulah rangkaian "weekend penuh kekekalan" yang gua alami :) Ga enak juga sampe diingetin berkali2 kaya' gini... Tinggal ditunggu prakteknya...

Grace is Enough


Grace is Enough - Don Moen

I can boast to many works
Done out of insecurity
And credit many conversations
To my immaturity
And while I'm misunderstood
You are understanding me
And showing me
How grace is enough

For everything that I've done right
Seems a thousand I've done wrong
And I keep on losing count
Of all the times my flesh has won
And when the light of Christ that's in me
Is overshadowed by the fall
You're showing me
How grace is enough

When I feel unworthy
And so undeserving

Chorus:
Still I can come, just as I am
For I find Your love
Is free of condition
So I will run to Your wide open arms
Where I am accepted
And I am forgiven
Grace is enough for me
Your grace is enough for me

I've been quick at passing judgment
When I'm worthy of conviction
And the times I've measured virtue
Only based on my religion
But theology it seems
It's not the things that's saving me
Your are showing me
A grace that's enough

When I feel unworthy
And so undeserving

(Chorus)

Bridge:
Though I was blind, now I see
Sweet is the sound
Of Your grace over me
You said it all on the Cross
Your grace goes beyond
All that I've done

When I feel unworthy
And so undeserving
You love me beyond
All my failing and hurting
It's not who I am
But who I can be
And I know You are working
Your purpose in me

(Chorus)

Your grace is enough
More than enough
Your grace is enough for me

Wednesday, December 10, 2008

On Christmas Day: an Operette - Song

Fave song from the Operette:

Jesus, The Wonderful One - Lillenas Publishing Company


Why on earth would You come to earth
Clothed in our humanity
God spoke His word, all creation heard
Heaven’s royal symphony
Angel splitting skies, a tiny infant Christ
None of us could understand

Our God on earth, showing us our worth,
Or the vastness of Your plan

Jesus, O the Wonderful One
Jesus, precious glorious Son
Heaven’s highest pleasure
And this earth’s finest treasure

Jesus, O the Wonderful One

Wonderful One

Jesus, You’re the Wonderful One
Jesus, precious glorious Son
Heaven’s highest pleasure
And this earth’s finest treasure

Jesus, You’re the Wonderful One,
Wonderful One
Jesus, You’re the Wonderful One

Pas dinyanyiin sama kita jadinya kaya' gini :)

I think this song capture the core of Christmas. Christmas is not something that is easily understandable for human mind, as I have shared with you here.
YESUS, penghubung Allah dan manusia, penghubung sorga dan bumi.
His birth as a human, a baby, is part of GOD's plan of salvation, that would be fulfilled +/- 33 years later..

On Christmas Day: an Operette - Sharing (Preparation)

Salah satu bagian terbaik dalam Kantata tuh persiapannya.

I always learnt a lot through the preparation time:
1. Ujian & cobaan yg datang selama masa persiapan (apalagi mendekati hari-H):
- Kelelahan fisik dan kesibukan yang bikin kita jadi stress dan kehilangan sukacita.
- Ke"aku"an ato ego yang bikin suasana jadi bersitegang.
- Keengganan mengundang orang2 (takut penolakan, takut dicap rohani)

Tanggung jawab sebagai koordinator kantata bikin semua ujian itu datang dalam bentuk yang lebih berat lagi. Kemaren itu bener2 struggling... dan beberapa kali gua jatuh...

Sempet kesel waktu ada yang ga dateng latihan...
Sempet perang mulut...
Sempet raise my voice waktu ngomong sama orang...
Sempet dilanda keraguan terhadap rekan kerja gua apa dia bisa take care apa yang jadi tanggung jawabnya...

Bisa dibilang gua gagal untuk menghindari semua itu, tapi gua udah cukup berhasil menahan diri dan meminimalisir. Thanks to GOD yang selalu berbicara lewat sa-te setiap hari dan especially buat seorang saudari yang di hari2 mendekat hari-H mengajak doa bareng setiap hari. It encouraged me a lot! Thanks a lot, Sis! :)

2. Gua kagum dengan banyaknya orang yang bersedia melayani. I mean... gereja kita tuh total jemaatnya tiap minggu cuma 120an, dan beberapa temen lagi ga ada di Sg untuk study tour atopun pulang ke indo untuk liburan.
Nah... untuk mempersiapkan kantata itu butuh sekitar 60 orang untuk choir, pemain drama, penari, crew audiovisual, lighting, stage coordinator, multimedia, make up, bikin pernak-pernik kostum & bikin properti drama.
Awalnya udah kuatir ga cukup orang yang mau melayani. *Dasar kurang iman*
Kekuatiran itu ternyata ga terjadi, karena in the end kita malah kelebihan orang. 90% dari IEC Sg dan 10% adalah IEC Sg's Partners (baik dari gereja lain di Sg maupun yang khusus datang dari Bandung!)

3. OK. This is the best part. Karena temen2 tuh bukan cuma sekedar melayani. Gua SANGAT ter-encouraged karena melihat temen2 yang "go the extra mile" mengorbankan ini itu dalam persiapan kantata ini. Gua jadi lebih terdorong untuk melakukan hal yang sama.

Contoh:
-Seorang temen yang Sg-an berinisial DS. Dia lagi join wajib militer di Sg. Beberapa hari menjelang Kantata, dia harus operasi kaki dan dikasih MC beberapa hari. Nah, pada waktu MC itu dia HARUS tinggal di rumah. Akan ada atasan dia yang nelpon ke rumah untuk mengecek. Tapi pada suatu sore, gua ketemu sama D di deket kantor gereja kita. Gua on the way mo ke kantor gereja, begitu pula D. Beginilah kira2 pembicaraan kita.
"So what are you doing here? You are supposed to be at home!" I shouted.
"I wanna help with the props." he answered.
"But, what if your boss called? What will your parents say?" still shouted, with eyebrows raised.
"Ya... tell the truth la... Cannot lie what?" he answered with calmness.
"So... what will happen to you?" still shouting.
"Yea... I'll get punishment." he answered, still in calm & confident tone.
".................." Mulut menganga, tapi dah ga bisa ngomong apa2... percuma... :)*
Gua kagum sama dia, bisa sampe segitunya... Setau gua hukuman wajib militer ga gampang. He really took the risks.
- N yang in charge bikin semua dasi dan scarf merah yang kita pake dan juga jadi koordinator untuk bikin properties dan juga soloist. Belum lagi dia kerja 5.5 hari. Wew... ga kebayang..
Setau gua dia sampe ga tidur karena ngejar deadline. Semoga dikau sehat2 saja sekarang.
- Para narator yang sampe harus ada latihan khusus bahasa Inggris biar pronounciation & nada yang bener. Sampe print kertas narasi dengan huruf segede2 buta, sampe corat-coret kertas narasinya biar nadanya bener. Susah banget kalo ganti pronounciation, karena kita udah bertaun2 terbiasa dengan pronounciation yang salah. Good job narator!
- Temen2 yang dalam masa persiapan diselingi dengan exam period. Pasti tough banget buat kalian. Mudah2an nilai examnya bagus :)
-Temen2 yang harusnya OT sampe jam 11 malem buat nyelesain kerjaan, tapi harus keluar kantor karena ada latihan jam 7.30 malem, dan akhirnya gantiin OT itu besoknya sampe nyubuh. Salute for you!
-Tim AV, Multimedia, dan Stage Coordinator. Yang kehilangan banyak crew karena pada pulang ke Bandung. Yang ketiban kerjaan ekstra karena kita banyak maunya. Yang pusink tujuh keliling karena suara choirnya kecil banget. You did a good job!
- Yang nyubuh2 bareng gua ngedit invitation, ngelengkapin rundown acara, bikin programme note... dan temen2 lain yang ga bisa disebutin di sini *karena kalo disebutin satu2 ntar postingnya ga beres2*. I remember all your hard work...

Kita semua semua amatir, pengalaman nyanyi ato maen drama juga dikit banget. Untuk narator dan soloist malah sepertinya ini pengalaman pertama mereka.
Di mata penonton lain yang ga terlalu ngeh sama proses persiapan, mungkin penampilan kita biasa2 aja (amatiran lah). Tapi di mata gua yg tau banget seluk beluk belakang panggung.... deep down inside my heart I'm grateful to be able to work with you guys. I could see that you really give your best. THE BEST.
Dan gua juga bersyukur karena gua ngeliat pertumbuhan & perkembangan dalam diri temen2 lewat proses persiapan Kantata.


Makasih buat banyaknya pelajaran yang gua bisa ambil dari temen2 semua. Dan makasih buat surprise-nya! It's like.... wow! Di tengah segala kelelahan fisik seudah Kantata dan tiba2 Ko E (ketua panitia Natal) dateng ke gua dan ngasih satu bingkisan. Di dalemnya ada sebuah buku berjudul Life Sentences (yang sekarang jadi bahan sa-te tambahan) dan sebuah kartu...




Kata2 dalam kartunya bener2 menguatkan, dan bukunya... baru baca 2 bab tapi udah banyak yang di-highlight tuh! :)

Grateful to GOD for HIS blessings, faithfulness, strength, and LOVE :) and grateful to GOD for all the great Bros & Sis that I serve with :)

Tuesday, December 9, 2008

On Christmas Day: an Operette - narsis mode: ON (video)

Akhirnya... hari itu tiba... Kantata Natal!
To the point aja ya...
Videonya bisa diliat di acc Facebook gua (bisa liat plus comment2nya)
Ato di sini, sini, sini, sini, dan sini.
Emang sih di videonya suaranya cempreng, tapi klo nonton aslinya sih ga se-cempreng itu *pembelaan diri*
Memang masih agak jauh dari sempurna sih... Tapi gua tau banget kita semua udah berusaha put our best effort (ntar sharing2 di post berikutnya). Lagipula... kita bukan penyanyi ato pemain drama profesional :p Maklum sajah yah...

Bandingkan dengan rehearsalnya di sini & sini. Hahaha!
Di video rehearsalnya bisa diliat beberapa muka temen2 yang pada hari-H beraksi di belakang panggung (AV, Multimedia, Stage coordinator, Lightning, dll).

OK, one's done. Next! Changi Chapel, here I come! :D

Monday, December 8, 2008

Becoming His Star

Menurut gua sermon ini tuh Pa Caleb banget! Beliau penyuka sastra. Perhatiin aja iramanya...

1. Menerangi tempat yang kelam bagaikan bintang di tengah malam
2. Membangkitkan hati yang terlena, tak lagi jadi pengembara yang kelana
3. Mengobarkan semangat yang membara memperoleh sesuatu yang belum ada.
4. Meninggalkan haluan yang salah kembali ke jalan Allah.

5. Meyakini Alkitab Firman akurat memimpin ke ibadah penuh hikmat.
6. Bercahaya dengan hasrat tinggi mempersembahkan yang bernilai abadi
7. Menggairahkan potensi Sang Pencipta bersedia dilupakan nan hidup tiada sia-sia

Wow... banyak poinnya. Harus dicerna satu2 >.<

Buat gua pribadi, hal yang paling menarik perhatian itu poin 7, tentang potensi. Poin ini terus-menerus ditekenin dalam khotbah beberapa minggu terakhir, bahwa di dalam diri manusia ada potensi-potensi dianugerahkan oleh Tuhan.
Hmm... potensi... kata yang indah bukan? :)

Friday, December 5, 2008

Terbatas

Pernah ngerasa kalo badan tuh sangat terbatas?
Masih harus ngelakuin ini... masih harus bikin itu... masih harus mikirin ini itu... ada dateline pula...
Tapi apa daya badan ini ga bisa kompromi...
Nafas tersengal2... idung srat sret srot... batuk kecil2...
Intinya satu, butuh istirahat.

God, this Spirit You gave me is definitely way much bigger than my body.
Sepertinya badan butuh 'doping' buat ngimbangin spirit yg menyala2 :)
Beli Red Bull... Vitamin C 1000mg... minum Pocari Sweat... *maap, bukan maksud promosi*
Will it work?
Well... let's see...

Monday, December 1, 2008

Kuatir...

Really grateful to HIM buat kata2-Nya yang dateng tepat pada waktunya dan tepat sasaran di hari Minggu kemaren :) I feel that I was at the rightest time and at the rightest place to be *what a grammar :)*

Bahan bacaan:
"Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatirpula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang dapat menambah sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengampa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi kita demikian Allah mendadani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendadani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata Apakah yang akan kami makan?Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Berencana Tanpa Kekuatiran

Tahapan-tahapan umum orang meresponi persoalan dalam hidup:

Tahap I: Denial atau Acknowledgement
Waktu menghadapi masalah, ada 2 reaksi manusia: denial (penyangkalan) ato acknowledgement (pengakuan) bahwa dia memiliki masalah.
1. Denial, biasanya akan diikuti dengan kemarahan atau kepahitan.
Hati2! Denial juga bisa berbentuk suatu rasionalisasi. Contoh: "Saya ga overweight, cuma tulang saya aja yang besar." *Jleb! Kena! ;p*
Sebagai anak Tuhan, denial bisa terjadi dalam bentuk silent submission ("Yah... ini memang takdir ... terima aja lah..."). Hal itu tidak benar! Allah adalah Allah yang ingin berelasi atau berdialog dengan manusia, makanya Allah mau datang ke dunia.
2. Acknowledgement, yang akan diikuti oleh kekuatiran.


Tahap II: Mengakui ada masalah, lalu menjadi kuatir
Apa yang biasanya dikuatirkan manusia? Menurut statistik:
40% hal-hal yang tidak akan terjadi
20% hal-hal yang sudah lampau dan tidak bisa diubah
12% opini orang lain terhadap dirinya
10% penyakit atau stress
8% persoalan yang dihadapi sekarang
*I think it's quite true... Don't we just worry too much? Dan sering2nya mengkuatirkan hal2 yang sebenernya GA PERLU DIKUATIRKAN? Stupid us*
Kuatir sendiri bisa dikategorikan jadi 2 macam. Kuatir positif (Contoh: takut exam nilainya jelek jadi belajar bener2) dan kuatir negatif (kuatir yang berlebihan).

Tiga sikap manusia pada saat dia kuatir:
1. Turn out:
-menyalahkan orang2 (keluarga, teman, bos, kolega, dll),
-menyalahkan situasi (kesibukan, kejadian menyedihkan, dll)
2. Turn in: mengasihani diri, memandang diri sebagai korban keadaan
Kita harus berhati2 terhadap pikiran2 seperti ini, karena ini akan menjadikan kita orang yang apatis. ("don't care", "so what?")
Masalah itu seperti kabut (fog). Kabut yang menyelimuti 7 kota luasnya dan 300 meter ketinggiannya, ternyata bisa hanya dipicu HANYA oleh setengah gelas air!

Setengah ga percaya... gua confirm sama temen yang ngerti Kimia. Dia bilang: "Syaratnya kabut memang kelembaban harus tinggi... dan ada perbedaan suhu. Air nguap.. tapi ga bisa naek jadi awan... karena di lapisan udara atas suhunya ga cukup...Ngembun lagi... tapi ga bisa sampe tanah.. nguap lagi... jadi nyangkut di tengah2x.
Gua tanya dia: Jadi setegah gelas air bisa memicu kabut untuk 7 kota? Dia jawab: "Kalo kelembabannya tinggi, memang memungkinkan" Wew... what an amazing fact.

3. Turn up.
Terkadang kita juga percaya bahwa masalah itu tidak akan terpecahkan.
Sebuah ilustrasi: Seseorang pergi ke kebun binatang dan melihat gajah. Gajah2 tersebut salah satu kakinya diikat dengan seutas tali biru yang tipis dan seharusnya bisa dengan mudah diputuskan supaya bisa kabur, tapi gajah itu tidak melakukannya. Orang ini bertanya2 dalam hatinya mengapa. Ternyata, gajah2 itu sudah diikat oleh tali biru tipis itu semenjak kecil. Pada waktu kecil, mereka berontak mau kabur tapi tidak bisa. Di dalam pikiran mereka tertanam bahwa seberapa keras dan kapanpun mereka berusaha, mereka tidak akan bisa lepas dari tali biru ini. Pikiran inilah yang sebenernya mengekang gajah itu untuk tidak kabur.
Manusia pun terkadang datang pada Tuhan dengan believe yang salah.
- Kita datang dengan tangan tertutup karena pikiran kita dipenuhi dengan opini umum dari dunia.
-Terkadang kita berdoa seperti seorang bos pada hambanya (udah tau dulu pengen apa, kemudian minta Tuhan kasih).

Harusnya kita datang dengan tangan terbuka, minta Tuhan atur.

Kembali ke bahan bacaan:
Ada 2 poin biar ga kuatir:
a.) Allah sebagai Bapa di sorga.
Dalam bahan bacaan disebutin 3 kebutuhan dasar: makanan, masa depan, pakaian.
- Perihal makanan: Tuhan memberi intelegensia untuk bekerja. Apa hubungannya sama makanan?
II Tes 3:10 "Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." *Jleb ke si pengangguran yang satu ini :)*
More about food: Waktu dunia ini penduduknya berjumlah 4 milyar orang. Rasio bulgur (padi, biji2an, dan semacamnya) berkisar 103% lebih dari kebutuhan. Sebenernya Tuhan memberikan lebih dari cukup. Tapi kenapa sekarang ada krisis pangan? Kenapa ada negara2 yang kelaparan? Karena keserakahan dan pengelolaan manusia yang kurang bijak. Ditambah lagi sekarang ada ide mempergunakan bahan pangan untuk menghasilkan energi.
- Perihal masa depan: Banyak orang minum suplemen2 demi panjang umur. Itu motivasi yang salah, karena umur di tangan Tuhan.
"Kekuatiran adalah penghinaan terhadap providentia Allah"
*Keterangan lebih lanjut tentang providentia Allah bisa dicari di sini (ketik "providence") ato di bible dictionaries lainnya :)
-Perihal pakaian/fashion: Bunga aja yang ga berusaha jadi cantik ternyata dibikin cantik, apalagi manusia, the masterpiece of GOD, the artwork of GOD.
b.) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. *Ayat fave :)*
"greatest multiplied potential execution in ourselves, from GOD"
*Wew, udah greatest, plus multiplied pula. Dari apa? Dari potensi manusia (merefer ke Potential Thinking yg dibicarain Pa Caleb 2 minggu lalu - selalu berpikir bahwa manusia dianugerahkan potensi oleh Allah. Bicara potensi berarti bicara hal2 yang unexpected.)*
Dan yang penting adalah... from GOD... not from human.
Refer ke I Sam 17:45 "Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam."

Tahap III Action!
"God will move the mountain but don't forget to take your shovel" :) *Pengen tau apa yang Tuhan mau? Ya baca Alkitab & doa! Pengen dapet kerja/uang? Ya cari kerja! Pengen dapet nilai bagus? Ya belajar! Pengen sehat & langsing? Ya ubah lifestyle!*

Penutup
I Pet 5:7 "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadanya, sebab Ia yang memelihara kamu."

Last but not least, I must give credit to Ci Wen Yi . Gua pribadi selalu suka sharing2nya, baik di kebaktian maupun di persekutuan (especially di Persekutuan Doa!), soalnya selalu ngasih suatu insight yang baru. Theological, yet also very practical. Gua cukup kagum dengan kesanggupannya mengkombinasikan teori dan praktek. Well... klo dipake Tuhan sih nothing is impossible :)
Lewat sharing2nya, perspektif gua banyak diubahkan dan diperbaharui, esp perpektif atas relasi manusia (gua pribadi) dengan Tuhan.
Pendeta A (yg sudah senior) kemaren juga ngasih pujian yang berbeda. Katanya, sharing Ci Wen I tuh "Alkitabiah dan ilmiah" :)